Penguatan Pemahaman Hukum Dan Pendampingan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Melalui Pemberdayaan Jemaat GKS Makamenggit
Keywords:
KDRT; pemberdayaan jemaat; bantuan hukum; konseling pastoral; SumbaAbstract
The GKS Makamenggit Congregation in Nggoa District, East Sumba, faces systemic domestic violence against women and children, driven by patriarchal cultural dominance, low legal literacy, theological misinterpretation, limited pastoral care capacity, and the absence of community-based legal aid. This community service program aimed to strengthen congregational capacity by integrating theological reconstruction, gender-sensitive pastoral crisis counseling, and procedural legal advocacy. Using Participatory Action Research (PAR), the program proceeded through four phases: problem assessment, module development, intervention (socialization, training, and role-play simulations), and evaluation with institutional setup, involving 50 church ministers, commission leaders, and community figures. Results showed an increase in legal and theological understanding from an average of 30% to 85%, improved crisis counseling skills among church ministers, and the establishment of the GKS Makamenggit Legal Aid and Pastoral Care Post with standard referral procedures. The program demonstrates that combining law, liberation theology, and community empowerment can help break the cycle of domestic violence impunity in rural Sumba.
Downloads
References
Barker, H. (2019). Pastoral care and domestic violence: A guide for clergy and faith leaders. London: SPCK Publishing.
Benu, F., & Ndolu, A. (2020). Relasi kuasa patriarki dan kekerasan terhadap perempuan di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Masalah-Masalah Hukum, 49(3), 289–298. https://doi.org/10.14710/mmh.49.3.2020.289-298
Farha, C. (2018). Teologi pembebasan dan advokasi gender dalam komunitas keagamaan. Jurnal Hukum dan Agama, 12(2), 145–162.
Indah, R. H., & Maramba, R. S. M. (2021). Sosialisasi dampak kekerasan dalam berpacaran di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, NTT. Abdi Wina: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1), 25–28. https://doi.org/10.58300/abdiwina.v1i1.187
Indah, R. H., & Taranau, O. K. (2022). Perlindungan hukum bagi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga melalui mekanisme berbasis komunitas. Jurnal Hukum & Pembangunan, 52(2), 410–426.
Kroeger, C. C., & Nason-Clark, N. (2010). No place for abuse: Biblical & practical resources to counter domestic abuse (2nd ed.). Downers Grove, IL: InterVarsity Press.
Manubulu, R., & Lerrick, Y. F. (2022). Peran gereja dalam pendampingan korban kekerasan dalam rumah tangga di wilayah Sumba. Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani, 6(1), 45–58.
Maramba, R. S. M., & Taranau, O. K. (2021). Akses keadilan bagi perempuan korban kekerasan di wilayah pedesaan Sumba. Jurnal Ilmiah Hukum Wira Wacana, 5(1), 34–48.
Nason-Clark, N., Fisher-Townsend, B., Holtmann, C., & McMullin, S. (2018). Religion and intimate partner violence: Understanding the challenges and proposing solutions. New York: Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780190607210.001.0001
Nuraeny, H., & Yulia, R. (2020). Optimalisasi bantuan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan di daerah terpencil. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 27(2), 312–332. https://doi.org/10.20885/iustum.vol27.iss2.art6
Pembacaan, M., & Tana, R. (2021). Budaya Marapu dan posisi perempuan dalam hukum adat Sumba: Tantangan advokasi KDRT. Jurnal Sosiologi Hukum, 9(2), 112–128.
Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 95.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297.
Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 120.
Soekanto, S. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Subagyo, A. (2019). Gereja dan penanganan krisis sosial: Panduan advokasi hukum dan pastoral. Yogyakarta: Kanisius.
Suratha, I. K., & Laksana, I. G. N. (2021). Penanganan hukum terhadap pelaku kekerasan dalam rumah tangga berdasarkan hukum pidana Indonesia. Jurnal Kertha Semaya, 9(8), 1390–1402.
Mustaqim, A., & Syaiful, S. (2024). Pelatihan penerapan aplikasi Berbasis Web Prediksi Permintaan Produk Dengan Metode Simulasi Monte Carlo. Gotong Royong, 1(1), 6-16.
Triwijati, N. K. E. (2018). Kekerasan berbasis gender dan tantangan pendampingan korban di komunitas lokal. Jurnal Perempuan, 23(3), 201–215.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rambu H Indah, Ospensius Kawawu Taranau, Rambu Susanti M. Maramba (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




