Fermentasi Kompos Serasah Daun Bambu Kering (Bambusa sp.) Menggunakan Mikroba Tanah Trichoderma sp.

Authors

  • Fitriyani Dalumi Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Siti Nurain Kati Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Amanda Devina Kaliopas Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Ani M. Hasan Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Wirnangsi Din Uno Universitas Negeri Gorontalo Author

Keywords:

Trichoderma sp, kompos, serasah daun bambu, fermentasi, bioaktivator, mikroorganisme tanah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan isolat Trichoderma sp. pada tanah rhizosfer bambu serta mengkaji pengaruh penambahan Trichoderma sp. terhadap kualitas kompos serasah daun bambu kering (Bambusa sp.). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan dua perlakuan, yaitu kompos tanpa penambahan Trichoderma sp. (P0) dan kompos dengan penambahan Trichoderma sp. (P1). Pengamatan dilakukan selama 15 hari berdasarkan parameter warna, bau, tekstur, kadar air, dan penyusutan bobot. Isolasi dan identifikasi Trichoderma sp. dilakukan melalui pengamatan makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat yang diperoleh memiliki koloni berwarna hijau-putih, hifa bersepta, dan konidia berbentuk bulat hingga subbulat yang sesuai dengan karakteristik Trichoderma sp. Penambahan Trichoderma sp. menghasilkan kompos dengan warna lebih gelap, bau tanah yang khas, tekstur lebih remah, kadar air lebih rendah (42%), serta penyusutan bobot lebih tinggi (24%) dibandingkan perlakuan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma sp. efektif mempercepat proses dekomposisi dan meningkatkan kualitas fisik kompos serasah daun bambu kering. Oleh karena itu, Trichoderma sp. berpotensi digunakan sebagai bioaktivator dalam pengolahan limbah organik yang ramah lingkungan.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Y. Sitanggang, G. Sitinjak, Marbun, G. Sitorus, dan Hikmawan, “Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Berbahan Baku Limbah Sayuran/Buah di Lingkungan I, Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan, Medan,” Jurnal Pengabdian Ilmiah dan Teknologi, vol. 1, pp. 16–17, 2022.

[2] H. Harlis, U. Yelianti, R. S. Budiarti, dan N. Hakim, “Pelatihan pembuatan kompos organik metode keranjang Takakura sebagai solusi penanganan sampah di lingkungan kost mahasiswa,” Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 1, no. 1, pp. 1–8, 2019.

[3] F. F. Karim, F. Indhasari, A. I. Idris, dan M. Arhim, “Pemanfaatan Serasah Daun Bambu Menjadi Pupuk Organik di Desa Alu Kabupaten Polewali Mandar,” Jurnal Ilmiah Pangabdhi, vol. 9, no. 2, pp. 139–144, 2023.

[4] D. S. D. Jekti, “Peranan Mikroba dalam Pengelolaan Lingkungan,” dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi, 2018, pp. 1–9.

[5] M. E. Kusuma, “Efektivitas pemberian kompos Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan dan hasil rumput Setaria spachelata,” Jurnal Ilmu Hewani Tropika, vol. 5, no. 2, pp. 76–81, 2016.

[6] D. Novianti, “Perbanyakan Jamur Trichoderma sp. pada Beberapa Media,” Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, vol. 15, no. 1, pp. 35–41, 2018.

[7] Y. Suryadi, S. Santoso, dan P. Lestari, “Isolasi dan identifikasi Trichoderma sp. dari rizosfer bambu sebagai agen hayati,” Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, vol. 26, no. 2, pp. 123–131, 2021.

[8] A. Mangungsong, Soemarsono, dan F. Zudri, “Pemanfaatan mikroba tanah dalam pembuatan pupuk organik serta peranannya terhadap tanah aluvial dan pertumbuhan bibit tanaman kakao,” Jurnal Agronomi Indonesia, vol. 47, no. 3, pp. 318–325, 2020.

[9] M. T. Ari, A. T. P. Irianti, dan A. Suyanto, “Eksplorasi dan Uji Penghambatan Jamur Trichoderma sp. terhadap Ganoderma sp.,” Jurnal Agrosains Universitas Panca Bhakti, vol. 18, no. 1, pp. 23–32, 2025.

[10] A. R. Putra dan D. Wulandari, “Eksplorasi jamur antagonis Trichoderma sp. pada tanah rizosfer tanaman bambu,” Jurnal Fitopatologi Indonesia, vol. 16, no. 4, pp. 145–152, 2020.

[11] S. W. Siagian, Y. Yuriandala, dan F. B. Maziya, “Analisis suhu, pH dan kuantitas kompos hasil pengomposan reaktor aerob termodifikasi dari sampah sisa makanan dan sampah buah,” Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan, vol. 13, no. 2, pp. 166–176, 2021.

[12] Badan Standardisasi Nasional, SNI 19-7030-2004: Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik. Jakarta: BSN, 2004.

[13] D. N. Harefa, D dan N. K. Lase. Mikroba Tanah sebagai Kunci Pertanian Organik Berkelanjutan: Kajian Literatur. Hidroponik: Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman, 2(1), 102-108, 2025.

[14] R. Widarti, W. K. Wardhini, dan E. Sarwono, “Pengaruh rasio C/N bahan baku pada pembuatan kompos dari kubis dan kulit pisang,” Jurnal Integrasi Proses, vol. 5, no. 2, pp. 75–80, 2015.

[15] A. Wahyudi, “Pengaruh pemberian kompos Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.),” Jurnal Agrikultura, vol. 30, no. 1, pp. 1–8, 2019.

bakteri

Downloads

Published

06/15/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

Fermentasi Kompos Serasah Daun Bambu Kering (Bambusa sp.) Menggunakan Mikroba Tanah Trichoderma sp. (2026). Journal of Science and Engineering, 2(1), 90-95. https://journal.ajbnews.com/index.php/prothon/article/view/331

Most read articles by the same author(s)